Tampilkan postingan dengan label Memilih Sistem Operasi Untuk Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Memilih Sistem Operasi Untuk Jaringan. Tampilkan semua postingan

03 Oktober 2012

Memilih Sistem Operasi Untuk Jaringan


Memilih Sistem Operasi Untuk Jaringan


Sistem operasi secara umum dalam penggunaannya mencakup fungsi layanan stand alone dan network (jaringan). Sistem operasi jaringan digunakan untuk mengakomodasi kebutuhan jaringan komputer baik yang menyangkut pengaturan maupun aplikasi yang dijalankannya.
Sistem operasi jaringan, baik yang komersil maupun open source mempunyai keunggulan masing-masing dalam pelayanan fungsi jaringan maupun aplikasinya. Banyaknya sistem operasi jaringan yang tersedia menuntut kejelian dari implementor untuk memilih sistem operasi yang sesuai dengan konfigurasi server aplikasi yang akan diterapkan.
Dalam memilih sistem operasi jaringan untuk mendukung layanan yang akan disediakan, perlu dipertimbangkan beberapa hal, diantaranya adalah:
-     Cara instalasi sistem operasi jaringan, berbasis text atau berbasis grafis.
-     Dukungan sistem operasi terhadap aplikasi yang akan di bangun. Misalnya dukungan penuh Linux untuk membangun aplikasi server web dengan menggunakan Apache dan sql. Microsoft juga tak kalah dalam memberikan dukungan untuk penyediaan infrastruktur layanan aplikasi jaringan, dengan aplikasi jaringan yang sudah built in pada paket sistem operasinya.  
-     Dukungan sistem operasi untuk instalasi aplikasi dengan jenis file tertentu, misalnya dukungan Linux untuk instalasi Apache.tgz atau  bahkan pada sistem operasi tersebut sudah tersedia modul dari aplikasi yang dimaksud, sehingga tinggal mengaktifkannya saja.

Untuk memilih sistem operasi dapat dipertimbangkan hal berikut:
1.  Beberapa keunggulan Microsoft Windows Server, diantaranya:
-    Administrative Tools: dalam Windows Server 2003, administrative tools untuk melakukan administrasi Terminal Services telah diperbaiki sehingga relatif lebih mudah dalam menggunakannya.
-    Pencetakan: dalam printer Windows Server 2003-printer lokal dapat diintegrasikan secara otomatis melalui terminal server.

2.  Keunggulan Linux Server
-   Kestabilan sistem yang sangat baik bila dibandingkan dengan sistem operasi yang populer seperti Windows ‘95, ‘98, NT,  waktu server hidup tanpa diboot (uptime) lebih lama.
-   Dalam kecepatan dan perangkat keras yang dibutuhkan pun Windows NT kalah dengan Linux. Sebagai perbandingan untuk menjalankan Windows NT Server dibutuhkan minimal Pentium dengan 32 MB, sedang dengan service sama Linux hanya butuh Pentium 99 dengan 16 MB.
-   Dari segi harga, Linux merupakan yang termurah. Anda hanya mengeluarkan biaya Rp. 50.000,- (tergantung harga CD di pasaran) dan itupun hanya ongkos mencopy CD karena sifatnya “open source”. Dibandingkan dengan Windows NT dibutuhkan sekitar                         $12,95/user ditambah lagi dengan biaya instalasi jika ingin mail server, web server, dan proxy server.
-   Tersedia source codenya secara bebas sehingga dapat dibuka dan dipelajari serta mendebugnya. Berbeda sekali dengan sistem operasi lainnya seperti Windows yang source codenya tidak tersedia.
-   Aplikasi yang tersedia banyak dan dapat diperoleh secara gratis dan legal. Sedangkan aplikasi Windows yang tersedia sangat banyak, tetapi hampir semuanya tidak gratis (hanya beberapa saja yang gratis).
-   Dukungan perusahaan komersial seperti: Oracle, Netscape, IBM, Corel, Sun, Informix dan Adaptec.


Membandingkan kriteria – kriteria tersebut dari dua sistem operasi server yang akan kita wakilkan antara Linux (dengan contoh distro Ubuntu Server Linux) dan Microsoft Windows (Windows Advanced Server 2008). Alasan kita membandingkan dua operating system ini adalah karena Windows dan Linux merupakan dua operating system yang paling banyak digunakan di lingkungan servers. Anda tentunya bisa juga mempergunakan operating system lainnya, seperti keluarga Unix lainnya seperti BSD, AS400, HPUX, Solaris, dsb. ataupun juga Apple Server.

Cara Ideal Dalam Memilih Sistem Operasi Yang Sesuai ( Linux atau Windows ) :

Nilai Investasi

Nilai investasi dari sebuah sistem operasi server sering menjadi pertimbangan utama bagi sebuah perusahaan dalam memilih. Di situasi ini, sering kali perusahaan memberikan argumentasi bahwa Linux jauh lebih menguntungkan dibandingkan Windows karena Linux adalah sistem operasi Open Source dan menjadi konotasi (terutama di Indonesia) bahwa Open Source adalah software gratis. Hal tersebut bisa menjadi pertimbangan walaupun tidak seluruhnya benar. Ada beberapa Linux yang free berarti gratis (seperti Ubuntu dan Debian), namun kata 'Free' di open source sebetulnya dimaksudkan dalam artian 'Bebas' bahwa pengguna software tersebut berhak membuka dan memodifikasi source code dari software tersebut. 
Dari pertimbangan harga, kita bisa menilainya sebagai berikut:
1. Harga sistem operasi,
Sistem operasi Linux memiliki kelebihan jauh dari Windows, harga Linux mulai dari 0 (gratis) hingga jauh di bawah Microsoft Windows Server ($950 untuk 5 client dan $3800 untuk 25 client).